2.1 Pengertian Paragraf Eksposisi
Eksposisi
(paparan) adalah karangan atau bentuk wacana yang berusaha menerangkan,
menjelaskan, dan menguraikan suatu objek dengan tujuan utama memberitahukan
atau memberi informasi mengenai objek tersebut sehingga dapat memperluas
wawasan dan pengetahuan pembaca.
Banyak
para ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai definisi karangan eksposisi.
Beberapa pendapat para ahli tersebut ialah :
1.
Menurut Jos Daniel Parera (1987:05) dalam bukuMenulis Tertib dan Sistematik mengatakan bahwa tulisan eksposisi
bertujuan untuk memberikan informasi. Pengarang dan penulis berusaha memaparkan
kejadian atau masalah agar pembaca dan pendengar memahaminya dan pengarang
mempunyai sejumlah data dan bukti sehingga ia berusaha menjelaskan persoalan
dan kejadian ini demi kepentingan anda sendiri.
2.
Menurut A. Chaedar Alwasilah dan
Semmy Suzanna Alwasilah (2005:111) Dalam
Pokoknya Menuliseksposisi merupakan tulisan yang tujuan utamanya
mengklarifikasikan, menjelaskan, mendidik, atau mengavaluasi sebuah persoalan.
Penulis berniat untuk memberi informasi atau memberi petunjuk kepada pembaca,
disini eksposisi mengandalkan strategi pengembangan alinea seperti lewat
pemberian contoh, proses, sebab-akibat, klasifikasi, definisi, analisis,
komperasi dan kontras.
3.
Menurut Aceng Hasani (2005:30) dalam buku Ikhwal Menulis juga mendefinisikan bahwa
eksposisi merupakan bentuk tulisan yang sering digunakan dalam menyampaikan
uraian ilmiah dan tidak berusaha mempengaruhi pendapat pembaca. Melalui
eksposisi pembaca tidak dipaksa untuk menerima pendapat penulis, setiap pembaca
boleh menolak dan menerima apa yang dikemukakan oleh penulis.
Dari
ketiga ahli diatas, mungkin kita dapat melihat persamaan dan perbedaan dari
beberapa definisi eksposisi.Contohnya saja pada tahun 1987, buku yang ditulis
oleh Jos.Daniel Parera menjelaskan definisi eksposisi hanya sebatas sebuah
karangan yang ditulis untuk memberikan sebuah informasi agar pembaca dapat
memahami tulisan tersebut.
Disisi
lain Chaedar Alwasilah dan Semmy Suzanna Alwasilah mungkin saja sependapat
dengan Jos.Daniel Parera, namun Chaedar dan Semmy mengembangkan definisi
tersebut dalam tulisannya pada tahun 2005, hanya saja mereka berdua menambahkan
tujuan penulisan karangan eksposisi seperti mengklarifikasi, menjelaskan,
mendidik atau mengevaluasi sebuah persoalan kedalam definisi eksposisi.
2.1 Langkah- Langkah Menulis Eksposisi
1. Menetapkan
tema tulisan
2. Menentukan
tujuan eksposisi, setelah kita menentukan topik yang akan dipaparkan nanti,
kita harus memiliki tujuan yang nantinya akan memberikan penjelasan dan
pemahaman kepada pembaca.
3. Mengumpulkan
bahan tulisan, bahan tulisan eksposisi dapat diperoleh melalui berbagai sumber
misalnya : Sumber tertulis (Koran, buku, majalah, dan sebagainya), wawancara
dengan narasumber, pengamatan langsung terhadap suatu objek, angket yang kita
sebarkan kepada masyarakat, dan sebagainya.
4. Membuat
kerangka tulisan, kerangka tulisan kita buat berdasarkan bahan-bahan yang telah
diperoleh.
5. Pembahasan,
setelah kerangka karangan tersusun kita mengembangkan secara lebih lengkap lagi
agar ciri-ciri eksposisi dapat tersalurkan. Eksposisi yang bersifat informatif,
objektif dan logis. Dalam karangan ini pengarang lebih menjelaskan maksud dari
topiknya itu dengan menyertakan bukti-bukti yang konkret sebagai penunjang dari
pembahasan tersebut.
6. Kesimpulan,
sesuai dengan tujuan menuliskan sebuah karangan eksposisi, kesimpulan ini
haruslah sejalan bahkan harus memperkuat tesis tersebut.
Komentar
Posting Komentar